Menu

Admin Admin Author
Title: Eksotika Labuan Bajo
Author: Admin
Rating 5 of 5 Des:
PAKAR NUSANTARA , NUSA TENGGARA TIMUR - Hijaunya bukit yang mengitari Bandar Udara Komodo memberikan sekelumit cerita tentang Labuan Ba...

Artikel Terkait Jalan-jalan

Ingin Punya Toko Online Sendiri? Daftar Sekarang | Lihat Demo

Dapatkan potongan Rp350.000 menginap di AirBnB : 3 Cara Mudah Booking Kamar di AirBnB | Voucher Diskon AirBnB
PAKAR NUSANTARA, NUSA TENGGARA TIMUR - Hijaunya bukit yang mengitari Bandar Udara Komodo memberikan sekelumit cerita tentang Labuan Bajo. Yang saya ketahui, semenjak popularitas Taman Nasional Komodo meningkat pesat, kota ini juga turut menggeliat. Nama Labuan Bajo mungkin kalah tenar, namun disinilah rajutan keindahan panorama Taman Nasional Komodo dimulai.

Labuan Bajo adalah kelindan untuk memutar kincir wisata gugusan pulau-pulau kecil di Taman Nasional Komodo. Pelabuhan kecil yang bermakna besar untuk pariwisata Nusa Tenggara Timur. Saya tidak bisa memandang sebelah mata kota ini. Sebagai muka Taman Nasional Komodo, tentu pulau ini juga memiliki keindahan tersendiri. Jadi saya putuskan, perjalanan dimulai dari sini. Setelah meletakkan perlengkapan saya di hotel, perjalanan langsung tertuju ke pelabuhan. Rasa letih dan kantuk coba saya lawan, karena saya tidak ingin melewatkan sedetik pun keindahan pulau ini. Kontur berbukit di selingi lansekap pulau-pulau kecil Taman Nasional Komodo tersingkap. Laut biru selaras dengan langit biru cerah, mengiringi saya hingga memasuki kawasan pelabuhan. Disinilah sebagian besar aktivitas ekonomi masyarakat Labuan Bajo digantungkan. Jejeran warung menyajikan kesegaran hasil lautnya. Deretan kapalkapal yang bersandar bersiap mengangkut wisatawan yang ingin mengitari Taman Nasional Komodo. Saya pilih naik kapal kecil, karena tujuan awal saya sekedar ingin mengelilingi pelabuhan ini.

Deretan perahu mulai dari pinisi hingga perahu nelayan hilir mudik. Dilihat dari wilayah perairannya, rumahrumah warga dan tempat beribadah di kaki bukit menjadi latar yang indah. Menjauhkan pandangan ke laut lepas, pulau-pulau kecil di sekitar Labuan Bajo membentuk formasi menakjubkan. Belum cukup mengagumi keindahannya, pemandangan luar biasa tersaji kala menjelang senja. Matahari terbenam membuarkan rona jingga cemerlang. Siluet-siluet pulau berpadu dengan kapal pinisi yang bersandar setelah seharian mengelilingi Taman Nasional Komodo. Spektakuler!

Kombinasi Trackingdan Habitat Komodo

Pagi hari, perjalanan berlanjut ke Pulau Rinca, salah satu pulau terbesar di Taman Nasional Komodo. Sekitar dua jam perjalanan, saya sampai di Loh Buaya, pelabuhan sederhana yang menjadi pintu masuk di Pulau Rinca ini. Pulau ini menyimpan pesona tersendiri. Disinilah komodo masih dibiarkan liar dan hidup bebas bersama penduduk setempat. Pulau Rinca memang cocok untuk yang berjiwa petualang. Selain habitat komodo, disini bisa tracking dengan tipe track yang bisa dipilih. Ada short track, medium track dan adventure track.
Kali ini saya memilih untuk adventure track agar bisa lebih mendalami setiap sudut pulau ini. Kurang lebih dua jam saya tracking di Pulau Rinca. Naik turun bukit dipandu oleh seorang ranger. Mulai dari mengunjungi sarang komodo hingga melewati tempat-tempat favorit komodo berkeliaran. Puncak perjalanan ini adalah salah satu bukit yang menampilkan bentangan luas laut biru dan pulau-pulau kecil di sekitar Pulau Rinca. Tidak terasa lagi letih dua jam tracking ke tempat ini. Menjejak langkah di tanah legenda purbakala yang tetap lestari memberi kebahagiaan tersendiri. Pulau Rinca yang memadukan keindahan alam dengan jiwa petualang lewat jalur tracking yang menantang.

Habitat Asli Komodo

Lain Pulau Rinca lain pula Pulau Komodo. Bila di Pulau Rinca disuguhi komodo yang hidup liar berdampingan dengan warga sekitar, di pulau ini merupakan habitat asli komodo. Pulau yang menjadi tempat komodo hidup dan berkembang biak dengan baik. Dari data Agustus 2009 saja, terdapat sekitar 1300 ekor komodo yang tentu saja terus berkembang hingga kini. Selain komodo, pulau ini juga menyimpan eksotisme flora yang beragam, pohon kayu sepang yang oleh warga sekitar digunakan sebagai obat dan bahan pewarna pakaian, pohon nitak ( sterculia oblongata ) ini di yakini berguna sebagai obat dan bijinya gurih dan enak seperti kacang polong Pulau Komodo memang mengagumkan , menelusuri pulau yang eksotis, menyelami birunya laut, dan bermandikan cahaya mentari sambil melihat jejak-jejak kehidupan masa lalu yang terpelihara dan akan menjadi bagian dari ragam keindahan Indonesia.
Snorkeling di Pulau Kecil nan Indah Setelah puas mengunjungi dua pulau besar di Taman Nasional Komodo, seorang awak kapal menyarankan saya mampir sejenak di Pulau Kelor untuk sekedar ber- snorkeling santai. Tanpa berpikir lama, saya iyakan ajakan awak kapal tersebut. Menurutnya Pulau Kelor, walaupun hanya pulau kecil, namun memiliki biota laut yang memikat dan juga pantai landai untuk berenang. Pendapat yang akhirnya saya setujui setelah melihat langsung pulau ini. Kecil namun tetap memiliki keindahan tersendiri.
Laut biru jernih terpapar cahaya matahari terang. Lembutnya pasir putih juga memberikan keriangan tersendiri kala berjalan di tepi pantainya. Semakin penasaran saya menaiki bukit pulau ini dan mendapatkan langsung panorama alami Taman Nasional Komodo. Tidak puas hanya sekedar memandang daratan, saya bergegas berganti pakaian dan bersnorkeling menikmati alam bawah lautnya. Biota lautnya memang masih kalah bila dibanding Raja Ampat, namun ini lebih dari cukup untuk sebuah pulau kecil yang bisa dikelilingi dengan berjalan kaki.

Teks Dody Wiraseto
Terima kasih telah membaca artikel Eksotika Labuan Bajo
Link ke artikel ini: https://www.pakarnusantara.com/2015/09/eksotika-labuan-bajo.html
Jangan lupa untuk membagikan artikel Eksotika Labuan Bajo ini jika bermanfaat bagi Sobat.

Ingin pasang artikel atau beriklan? kunjungi halaman ini Pasang Iklan

About Author

Tips & Trik

loading...

Post a Comment Blogger

 
Top